Aku Rindu Ibu

Dinginnya malam mencengkam kalbu
Membuka lembaran ingatan tentangmu yang kini jauh di ujung pulau
Sebelum mata terpejam, ku pinjam sepenggl waktu tuk memeluk bayangmu
Bersama sejuta rindu melebur dlm tarian pena berkepalah biru

Bayangan wajah kusut memenuhi kantong ingatanku
Engkau yg tidurnya tak kenal lelap kala malam menyapa
Engkau yg mendahului sang mentari sebelum pagi mengepkan sayapnya
Tak pernah mengeluh dlm gelap, tak pernah berkeluh kesah dlm senyap

Ayah Segalanyaa Untukku

Ayah
Beribu kata telah kau ucapkan
Beribu cinta tlah kau berikan
Beribu kasih telah kau curahkan
Hanya untuk anak mu

Ayah
Kau ajarkan ku tentang kebaikan

Rindu Ayah

Ayah dimana engkau berada
disini aku merindukanmu
menginginkan untuk berjumpa
merindukan akan belaianmu

Ayah

Disetiap tetes keringatmu
Di derai lelah nafas mu
Dipenuhi kasih sayang yang luar biasa
Demi aku kau rela disengat matahari

Hujan pun tak dapat membatasi mu

Di Tengkuk Seorang Ayah

Kayu bergalas
sarat menggandar beban
sepikul satu.

Senyum mentari
Suluh onak berduri
Pelita jalan.

Cerita Kita. Diberdayakan oleh Blogger.