1. Membungkuklah dengan penuh hormat saat bertemu mereka,
sambil menyebut nama mereka seperti Anda seorang panglima muda menyebut
nama raja.
2. Berdirilah dengan tegap di hadapan mereka,
...seperti sedang menjaga keselamatan mereka, dan seperti siap untuk
diperintahkan untuk melakukan sesuatu.
3. Melangkahlah dengan gagah dan santun saat Anda menjulurkan tangan untuk menjabat tangan mereka.
4.
Sebutlah nama Anda dengan jelas dan cukup lantang, tidak terlalu
keras, dan jangan lemah, dan dengan rasa bangga dengan nama Anda.
5. Usahakan diam saat berada dalam kehadiran mereka. Berbicara hanya jika ditanya.
6.
Berdiri atau duduklah dengan tegap. Jangan taruh tangan Anda di meja,
kecuali jika Anda diijinkan untuk duduk lebih santai. Tapi jangan
pernah taruh sikut Anda di atas meja.
7. Berdirilah sebelum mereka berdiri. Dan jangan duduk sampai mereka duduk lagi.
8.
Usahakan sejauh mungkin tidak memesan makanan, walaupun mereka
menyuruh Anda memesan makanan. Jika harus pesan, pesanlah minuman yang
paling sederhana.
9. Berfokuslah pada memperhatikan dan mendengarkan mereka, daripada sibuk makan.
10. Orang senior sangat peka memperhatikan cara Anda makan.
11.
Anak muda miskin yang dipilih oleh atasannya yang hebat kaya, dan
powerful akan menjadi pemimpin yang jauh lebih berkuasa daripada anak
orang kaya yang malas, apalagi yang miskin... dan suka mencemooh
pelajaran.
12. Kita hanya setinggi orang yang mengangkat
kita. Jika kita diprioritaskan oleh pemimpin tertinggi, kita akan
menjadi tangan kanan yang lebih berperan dalam memajukan kebaikan dan
mencegah terjadinya keburukan.
13. Hanya orang kecil yang menolak cara-cara orang besar.
14. Anak muda dengan jiwa seorang pemimpin besar, justru merindukan tuntunan untuk pantas menjadi panglima semuda mungkin.
15.
Abaikan cemooh iri dari jiwa-jiwa kecil saat melihat Anda menyesuaikan
diri dalam sikap dan cara-cara kepemimpinan. Itu adalah resiko
berhasil di antara jiwa-jiwa kerdil.
16. Senior Anda akan
merasa nyaman dan yakin untuk mewakilkan sebagian kewenangan untuk
memimpin kepada Anda, jika Anda konsisten dalam sikap dan cara
kepemimpinan yang gagah dan setia kepada yang benar.
17.
Bayangankan daya tarik pribadi Anda yang dirasakan oleh calon belahan
jiwa Anda, yang merindukan kebahagiaan dan kebanggaan untuk bersanding
dengan Anda, dan membayangkan anak-anaknya mewarisi kepemimpinan Anda
dalam kehidupan mereka di masa depan.
18. Kita semua
dilahirkan sebagai khalifah, tapi tidak setiap orang ramah memendarkan
sinar kekhalifahan itu dalam bentuk ambisi, cinta-cita, dan tugas mulia
dalam membangun kebahagiaan sesama dan pelestarian keindahan alam.
19. Hanya jiwa yang sejatinya besar yang bergetar membaca kalimat-kalimat penghormatan kepada pemimpin seperti ini