Sayub sayub malamku lirih
Terdengar senandung rindu
Yang menggema direlung jiwa
Kian sayu raga mendengarnya
Duhai gelap yang menyelimuti
Tampilkan postingan dengan label Puisi Kerinduan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Kerinduan. Tampilkan semua postingan
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Untaian doa terukir
dalam sujud yang panjang
senandung lirih ku berharap
dalam sekilas pandang
ketulusan hati ku bermunajat
dengan dada mendepang
isak tangis dalam pelukan
Sunyi
dalam sujud yang panjang
senandung lirih ku berharap
dalam sekilas pandang
ketulusan hati ku bermunajat
dengan dada mendepang
isak tangis dalam pelukan
Sunyi
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Saat rindu menyesak di dada
Terbungkus derita menyayat hati
Aku seperti kehabisan nafas
Habis oksigen karna merindukanmu
Aku takut terbiasa dengan rasa ini
Membuat hati jadi kebal rasa
Aku takut terbiasa dengan rindu ini
Membuat hati jadi mati rasa
Segenap hati aku menjaga
Agar pelita cinta tetap menyala
Tak kubiarkan redup walau sesaat
Semua kulakukan hanya untukmu
Adakah cinta tanpa mata??
Walau sesaat ingin bertemu
Bebaskan hati dari belenggu
Belenggu rindu karna dirimu
Terbungkus derita menyayat hati
Aku seperti kehabisan nafas
Habis oksigen karna merindukanmu
Aku takut terbiasa dengan rasa ini
Membuat hati jadi kebal rasa
Aku takut terbiasa dengan rindu ini
Membuat hati jadi mati rasa
Segenap hati aku menjaga
Agar pelita cinta tetap menyala
Tak kubiarkan redup walau sesaat
Semua kulakukan hanya untukmu
Adakah cinta tanpa mata??
Walau sesaat ingin bertemu
Bebaskan hati dari belenggu
Belenggu rindu karna dirimu
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Disekelip cemasku yang mendalam
Terselip kerinduan yang terpendam
Saat gelisahku kian menggusar
Cemburu dihatiku kian terbakar
Cemas akan keadaanmu
Rindu akan kehadiranmu
Gelisah menanti kabar darimu
Cemburuku kian tak menentu
Duhai kau insan tersayang
Jauh pergimu ketanah sebrang
Menyisakan bayang dalam bingkai kenangan
Akankah kau segera pulang?
Cemasku membias curiga
Cemburuku kian membara
Sedang rindu mengharap semua itu hanya prasangka
Wahai insan tercinta
Apakah kau rasa yang kini kurasa hampa.
Terselip kerinduan yang terpendam
Saat gelisahku kian menggusar
Cemburu dihatiku kian terbakar
Cemas akan keadaanmu
Rindu akan kehadiranmu
Gelisah menanti kabar darimu
Cemburuku kian tak menentu
Duhai kau insan tersayang
Jauh pergimu ketanah sebrang
Menyisakan bayang dalam bingkai kenangan
Akankah kau segera pulang?
Cemasku membias curiga
Cemburuku kian membara
Sedang rindu mengharap semua itu hanya prasangka
Wahai insan tercinta
Apakah kau rasa yang kini kurasa hampa.
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
ku ingin menari bersama tinta
dalam selembar kanvas kaca
dalam selembar kanvas kaca
walau hati ini penuh sesak oleh kata
namun aksaraku tak jua membuncah
biarlah embun menetes bersama kelam malam
bersama kunang kunang yang menari di bawah terang rembulan
mengajakku bercerita dalam rangkaian aksara
membujukku agar tersenyum larut di belantara mereka
namun aksaraku tak jua membuncah
biarlah embun menetes bersama kelam malam
bersama kunang kunang yang menari di bawah terang rembulan
mengajakku bercerita dalam rangkaian aksara
membujukku agar tersenyum larut di belantara mereka
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Aku adalah cakrawala
Berpedar jingga dilangit senja
Mendekap hangat lautan rasa
Yang terus menggelora didalam dada
Aku selalu disini
Mengenang hangat pelukan kekasih hati
Merasakan indah kenangan
Saat kita bersatu dalam kemesraan
Berpedar jingga dilangit senja
Mendekap hangat lautan rasa
Yang terus menggelora didalam dada
Aku selalu disini
Mengenang hangat pelukan kekasih hati
Merasakan indah kenangan
Saat kita bersatu dalam kemesraan
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Kutatap bayangmu dalam lamunanku,
Rasanya usai ku berlalu,
Mengubur rasa yang tersisa,
Adalah ketidakberdayaan,
Memeluk rindu adalah pilu,
Mengais kasih adalah sunyi,
Pada tebing tinggi,
Jiwa di keabadian,
Usai sudah langkahku,
Rasanya usai ku berlalu,
Mengubur rasa yang tersisa,
Adalah ketidakberdayaan,
Memeluk rindu adalah pilu,
Mengais kasih adalah sunyi,
Pada tebing tinggi,
Jiwa di keabadian,
Usai sudah langkahku,
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
By: Nofrita Negoro
When my mother was born I do not know
every year to grow my children who are hungry for love
passed more passes
I own no accompanying
But then I found you
take care, look after me, love me
My happy with your
very happy
You should call my aunt my mother
I was sad when you are gone
today was my day so lonely without you
Did aunt want you to be my mother?
Aunt said "anytime may call mom"
I was amazed to hear
my day filled with fun day
until you are old and frail
Until the end of life
mother will still love me
in time, wherever and whenever
I'm proud of you .. my mother's aunt
When my mother was born I do not know
every year to grow my children who are hungry for love
passed more passes
I own no accompanying
But then I found you
take care, look after me, love me
My happy with your
very happy
You should call my aunt my mother
I was sad when you are gone
today was my day so lonely without you
Did aunt want you to be my mother?
Aunt said "anytime may call mom"
I was amazed to hear
my day filled with fun day
until you are old and frail
Until the end of life
mother will still love me
in time, wherever and whenever
I'm proud of you .. my mother's aunt
Cerita Kita. Diberdayakan oleh Blogger.