Tanya sahabat nabi


Ya Rasulullah, apa yang harus dilakukan para pemimpin ?
"Membela yang lemah dan membantu yang miskin" jawab Nabi.

Ya Rasulullah, apa yang harus dilakukan ulama ?
Memberi contoh yang baik dan mendukung pemimpin
YAng membela orang - arang lemah" jawabnya


Ya Rasulullah ... apa yang harus dilakukan orang-orang lemah dan miskin ?
"Bersabarlah, dan tetplah bersabar
Jangan kau lihat pemimpinmu yang suka harta
Jangan kau ikuti ulamamu yang mendekati mereka
Jangan kau temani orang-orang yang menjilat mereka
Jangan kau lepaskan pandanganmu dari para pemimpin dan ulama yang hidupnya juhud dari harta"

Ya RAsulullah... Pemimpin seperti itu sudah tidak ada
Ulama seperti itu sudah menghilang entah kemana
Yang tersisa adalah pemimpin serakah
Yang tertinggal adalah ulama-ulama yang tama'
Banyak rakyat yang mengikuti keserakahan mereka
Ummat banyak yang meneladani ketamakan mereka !
Apa yang harus aku lakukan, Ya... RAsulullah !
Siapa yang harus aku angkat jadi pemimpin ?
Siapa yang harus aku ikuti fatwa-fatwanya ?
Siapa yang harus aku jadikan teman setia ?

"Wahai ummatku...
Tinggalkan mereka semua
Dunia tidak akan bertambah baik sebab mereka
Bertemanlah dengan anak dan istrimu saja
Karena Allah menganjurkan, "Wa 'asiruhunna bil ma'ruf"
Ikutilah fatwa hatimu
Karena hadits mengatakan, "Istafti qalbaka, wa in aftaukan nas waftauka waftauka"
Dan angkatlah dirimu menjadi pemimpin
Bukankah, "Kullulkum Ra'in, ea kullukum masulun 'an ra'iyyatihi ?"




 

Pengemis Rindu

Ketika Senja Menjemput Malam
Naluri Ini Dibayangi Rasa Rindu
Rindu Akan Kenangan Silam
Kegembiraan dan Kepahitan

Lumrah Hidup Semua Insan
Ada Masa Suka
Ada Masa Duka
Kegembiraan Disusuli Kesyukuran
Inayat Dari Tuhan Dipohonkan

Kepahitan Mengajar Erti Kedewasaan
Dalam Merentasi Pentas Kehidupan
Pabila Rindu Bertukar Benci
Jiwa Ini Semakin Kekosongan

Kehadiran Seorang Insan
Menjadi Pengubat Kebencian

Kini,
Kukenal Erti Percintaan
Kukenal Erti Sebuah Kasih Sayang
Kukenal Jua Erti Kerinduan

Rindu Menjemput Jiwaku Kembali Merindu
Rindu Pada Ketenangan
Rindu Pada Kekasih
Rindu Menjadikanku Pengemis
Mengemis Rindu Yang Tiada Kesudahan

Puisi Rindu Pada Kekasih

Pada malam ketika rembulan mengikat janji bintang
Ijinkan kutanam mawarmu di taman mimpi
Di lembah cinta yang dibingkai pelangi

Esok ketika kau terjaga
Ceritakan padaku tentang taman bunga kita
Tentang dua hati yang lebur jadi satu
Tentang matahari keabadian yang merangkak perlahan
Tentang kerinduan yang terus menggelora
Tentang cinta yang tanpa jeda
Tentang sejuta kupu-kupu kerinduan

Gelora cinta bagai ombak mencium pantai
Tiada kenal lelah mereka berpagutan

Tapi kasihku …..
Kerinduan ini rasanya mencekik jiwa
Aku lelah mencumbui perihnya kerinduan

Ingin kutelan waktu
Agar aku bisa segera membelai wajahmu
Membiarkanmu bersandar di bahuku
Berbagi kegelisahan dan keresahan
Mengurai beban yang menggantung
Merasai detak jantungmu

Ingin kubisikkan pelan ke telingamu
Puisi indah tentang kehidupan
Kebahagiaan yang ingin kita rengkuh
Tentang cita-cita dan harapan
Tentang indahnya salju keabadian
tentang hangatnya mentari yang merekah

Ah kasihku …
Betapa aku tak bisa berhenti mencintaimu dan Merindumu

Tak Ingat Tak Tahu

Rinduku selalu mengalirkan namamu
Namamu selalu detakkan jantungku
Sulit kubendung naluri itu
Selalu begitu, setiap waktu
Tapi, kau tak ingat dan tak tahu

Dan akhirnya akulah yang terpuruk dalam rasa itu
Rasa yang menggebu sejak dulu, dari masa lalu
Dan kau tak pernah ingat dan tak pernah tahu

Rasa dan asaku padamu terukir begitu jelas di tulang rusukku
Mengalir deras di aliran darahku
Memukul keras membuat lebih cepat detak jantungku
Sedikitpun, kau tak ingat dan tak tahu

Seperti menghitung jutaan bintang di malam hari
Seperti menghitung rinai hujan yang jatuh ke bumi
Seperti menghitung hamparan pasir di pantai ini
Sampai matipun kau tak kan pernah ingat dan tak kan pernah tahu
Bahwa disini ada satu hati yang menunggu, satu jiwa yang terbelenggu

Rindunya

Bagaimana bisa aku terus diam
Kalau ini semua tak terbalas
Bagaimana bisa aku terus diam
Kalu ini semua menggantung…

Engkau…
Yang ada di sana, yang dimana
Taukah kau jika aku tulis ini
Tulis tentangmu, tentang rindumu

Engkau…
Pernahkah juga menyambut rinduku
Walau hanya dengan senyum
Tanpa harus kau ucap kata penyambutan

Engkau…
Yang ada dimana
Ketahuilah aku terus merindumu
Ketahuilah aku terus menantimu kembali
Kembali bersama sperti waktu itu
Waktu yang penuh canda dan bungah
Waktu yang berlalu dengan indah
Waktu yang slalu terkenang

Tuhan..
Sampaikan padanya
Tentang rinduku
Tentang rindunya yang slalu kutunggu
Tentang rindunya, Tuhan…
Cerita Kita. Diberdayakan oleh Blogger.