Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Ya Rasulullah, apa yang harus dilakukan para pemimpin ?
"Membela yang lemah dan membantu yang miskin" jawab Nabi.
Ya Rasulullah, apa yang harus dilakukan ulama ?
Memberi contoh yang baik dan mendukung pemimpin
YAng membela orang - arang lemah" jawabnya
Ya Rasulullah ... apa yang harus dilakukan orang-orang lemah dan miskin ?
"Bersabarlah, dan tetplah bersabar
Jangan kau lihat pemimpinmu yang suka harta
Jangan kau ikuti ulamamu yang mendekati mereka
Jangan kau temani orang-orang yang menjilat mereka
Jangan kau lepaskan pandanganmu dari para pemimpin dan ulama yang hidupnya juhud dari harta"
Ya RAsulullah... Pemimpin seperti itu sudah tidak ada
Ulama seperti itu sudah menghilang entah kemana
Yang tersisa adalah pemimpin serakah
Yang tertinggal adalah ulama-ulama yang tama'
Banyak rakyat yang mengikuti keserakahan mereka
Ummat banyak yang meneladani ketamakan mereka !
Apa yang harus aku lakukan, Ya... RAsulullah !
Siapa yang harus aku angkat jadi pemimpin ?
Siapa yang harus aku ikuti fatwa-fatwanya ?
Siapa yang harus aku jadikan teman setia ?
"Wahai ummatku...
Tinggalkan mereka semua
Dunia tidak akan bertambah baik sebab mereka
Bertemanlah dengan anak dan istrimu saja
Karena Allah menganjurkan, "Wa 'asiruhunna bil ma'ruf"
Ikutilah fatwa hatimu
Karena hadits mengatakan, "Istafti qalbaka, wa in aftaukan nas waftauka waftauka"
Dan angkatlah dirimu menjadi pemimpin
Bukankah, "Kullulkum Ra'in, ea kullukum masulun 'an ra'iyyatihi ?"
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Ketika Senja Menjemput Malam
Naluri Ini Dibayangi Rasa Rindu
Rindu Akan Kenangan Silam
Kegembiraan dan Kepahitan
Lumrah Hidup Semua Insan
Ada Masa Suka
Ada Masa Duka
Kegembiraan Disusuli Kesyukuran
Inayat Dari Tuhan Dipohonkan
Kepahitan Mengajar Erti Kedewasaan
Dalam Merentasi Pentas Kehidupan
Pabila Rindu Bertukar Benci
Jiwa Ini Semakin Kekosongan
Kehadiran Seorang Insan
Menjadi Pengubat Kebencian
Kini,
Kukenal Erti Percintaan
Kukenal Erti Sebuah Kasih Sayang
Kukenal Jua Erti Kerinduan
Rindu Menjemput Jiwaku Kembali Merindu
Rindu Pada Ketenangan
Rindu Pada Kekasih
Rindu Menjadikanku Pengemis
Mengemis Rindu Yang Tiada Kesudahan
Naluri Ini Dibayangi Rasa Rindu
Rindu Akan Kenangan Silam
Kegembiraan dan Kepahitan
Lumrah Hidup Semua Insan
Ada Masa Suka
Ada Masa Duka
Kegembiraan Disusuli Kesyukuran
Inayat Dari Tuhan Dipohonkan
Kepahitan Mengajar Erti Kedewasaan
Dalam Merentasi Pentas Kehidupan
Pabila Rindu Bertukar Benci
Jiwa Ini Semakin Kekosongan
Kehadiran Seorang Insan
Menjadi Pengubat Kebencian
Kini,
Kukenal Erti Percintaan
Kukenal Erti Sebuah Kasih Sayang
Kukenal Jua Erti Kerinduan
Rindu Menjemput Jiwaku Kembali Merindu
Rindu Pada Ketenangan
Rindu Pada Kekasih
Rindu Menjadikanku Pengemis
Mengemis Rindu Yang Tiada Kesudahan
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Pada malam ketika rembulan mengikat janji bintang
Ijinkan kutanam mawarmu di taman mimpi
Di lembah cinta yang dibingkai pelangi
Esok ketika kau terjaga
Ceritakan padaku tentang taman bunga kita
Tentang dua hati yang lebur jadi satu
Tentang matahari keabadian yang merangkak perlahan
Tentang kerinduan yang terus menggelora
Tentang cinta yang tanpa jeda
Tentang sejuta kupu-kupu kerinduan
Gelora cinta bagai ombak mencium pantai
Tiada kenal lelah mereka berpagutan
Tapi kasihku …..
Kerinduan ini rasanya mencekik jiwa
Aku lelah mencumbui perihnya kerinduan
Ingin kutelan waktu
Agar aku bisa segera membelai wajahmu
Membiarkanmu bersandar di bahuku
Berbagi kegelisahan dan keresahan
Mengurai beban yang menggantung
Merasai detak jantungmu
Ingin kubisikkan pelan ke telingamu
Puisi indah tentang kehidupan
Kebahagiaan yang ingin kita rengkuh
Tentang cita-cita dan harapan
Tentang indahnya salju keabadian
tentang hangatnya mentari yang merekah
Ah kasihku …
Betapa aku tak bisa berhenti mencintaimu dan Merindumu
Ijinkan kutanam mawarmu di taman mimpi
Di lembah cinta yang dibingkai pelangi
Esok ketika kau terjaga
Ceritakan padaku tentang taman bunga kita
Tentang dua hati yang lebur jadi satu
Tentang matahari keabadian yang merangkak perlahan
Tentang kerinduan yang terus menggelora
Tentang cinta yang tanpa jeda
Tentang sejuta kupu-kupu kerinduan
Gelora cinta bagai ombak mencium pantai
Tiada kenal lelah mereka berpagutan
Tapi kasihku …..
Kerinduan ini rasanya mencekik jiwa
Aku lelah mencumbui perihnya kerinduan
Ingin kutelan waktu
Agar aku bisa segera membelai wajahmu
Membiarkanmu bersandar di bahuku
Berbagi kegelisahan dan keresahan
Mengurai beban yang menggantung
Merasai detak jantungmu
Ingin kubisikkan pelan ke telingamu
Puisi indah tentang kehidupan
Kebahagiaan yang ingin kita rengkuh
Tentang cita-cita dan harapan
Tentang indahnya salju keabadian
tentang hangatnya mentari yang merekah
Ah kasihku …
Betapa aku tak bisa berhenti mencintaimu dan Merindumu
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Rinduku selalu mengalirkan namamu
Namamu selalu detakkan jantungku
Sulit kubendung naluri itu
Selalu begitu, setiap waktu
Tapi, kau tak ingat dan tak tahu
Dan akhirnya akulah yang terpuruk dalam rasa itu
Rasa yang menggebu sejak dulu, dari masa lalu
Dan kau tak pernah ingat dan tak pernah tahu
Rasa dan asaku padamu terukir begitu jelas di tulang rusukku
Mengalir deras di aliran darahku
Memukul keras membuat lebih cepat detak jantungku
Sedikitpun, kau tak ingat dan tak tahu
Seperti menghitung jutaan bintang di malam hari
Seperti menghitung rinai hujan yang jatuh ke bumi
Seperti menghitung hamparan pasir di pantai ini
Sampai matipun kau tak kan pernah ingat dan tak kan pernah tahu
Bahwa disini ada satu hati yang menunggu, satu jiwa yang terbelenggu
Namamu selalu detakkan jantungku
Sulit kubendung naluri itu
Selalu begitu, setiap waktu
Tapi, kau tak ingat dan tak tahu
Dan akhirnya akulah yang terpuruk dalam rasa itu
Rasa yang menggebu sejak dulu, dari masa lalu
Dan kau tak pernah ingat dan tak pernah tahu
Rasa dan asaku padamu terukir begitu jelas di tulang rusukku
Mengalir deras di aliran darahku
Memukul keras membuat lebih cepat detak jantungku
Sedikitpun, kau tak ingat dan tak tahu
Seperti menghitung jutaan bintang di malam hari
Seperti menghitung rinai hujan yang jatuh ke bumi
Seperti menghitung hamparan pasir di pantai ini
Sampai matipun kau tak kan pernah ingat dan tak kan pernah tahu
Bahwa disini ada satu hati yang menunggu, satu jiwa yang terbelenggu
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Bagaimana bisa aku terus diam
Kalau ini semua tak terbalas
Bagaimana bisa aku terus diam
Kalu ini semua menggantung…
Engkau…
Yang ada di sana, yang dimana
Taukah kau jika aku tulis ini
Tulis tentangmu, tentang rindumu
Engkau…
Pernahkah juga menyambut rinduku
Walau hanya dengan senyum
Tanpa harus kau ucap kata penyambutan
Engkau…
Yang ada dimana
Ketahuilah aku terus merindumu
Ketahuilah aku terus menantimu kembali
Kembali bersama sperti waktu itu
Waktu yang penuh canda dan bungah
Waktu yang berlalu dengan indah
Waktu yang slalu terkenang
Tuhan..
Sampaikan padanya
Tentang rinduku
Tentang rindunya yang slalu kutunggu
Tentang rindunya, Tuhan…
Kalau ini semua tak terbalas
Bagaimana bisa aku terus diam
Kalu ini semua menggantung…
Engkau…
Yang ada di sana, yang dimana
Taukah kau jika aku tulis ini
Tulis tentangmu, tentang rindumu
Engkau…
Pernahkah juga menyambut rinduku
Walau hanya dengan senyum
Tanpa harus kau ucap kata penyambutan
Engkau…
Yang ada dimana
Ketahuilah aku terus merindumu
Ketahuilah aku terus menantimu kembali
Kembali bersama sperti waktu itu
Waktu yang penuh canda dan bungah
Waktu yang berlalu dengan indah
Waktu yang slalu terkenang
Tuhan..
Sampaikan padanya
Tentang rinduku
Tentang rindunya yang slalu kutunggu
Tentang rindunya, Tuhan…
Cerita Kita. Diberdayakan oleh Blogger.