Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul 21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya dirumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah. Sepertinya ia sudah menunggu lama. ”Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul 21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya dirumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah. Sepertinya ia sudah menunggu lama. ”Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Tahukah kau bahwa aku ribuan hari menunggu mu
Tahukah kau bahwa kau wanita yang sangat aku puja
Tahukah kau meski aku jarang menghubungi mu namun aku selalu mengawasi mu
Tahukah kau aku disini cemburu melihat kau dengannya
Tahukah kau meski aku bodoh dalam cinta tetapi selalu berfikir keras untuk bisa mendapatkan hati mu
Tahukah kau, aku berusaha mengikhlaskan cinta mu untuknya jika itu yang membuat mu #bahagia
Tahukah kau bahwa kau wanita yang sangat aku puja
Tahukah kau meski aku jarang menghubungi mu namun aku selalu mengawasi mu
Tahukah kau aku disini cemburu melihat kau dengannya
Tahukah kau meski aku bodoh dalam cinta tetapi selalu berfikir keras untuk bisa mendapatkan hati mu
Tahukah kau, aku berusaha mengikhlaskan cinta mu untuknya jika itu yang membuat mu #bahagia
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Lenyap tanpa ku sadari,
Hancur dimakan sepi,
Sunyi selalu menghampiri,
Kenangan yang menusuk hati…
Indah cintamu cepat berlalu,
Kesepian terendam dalam diri ku,
Hanyut sudah mengharubiru di kalbu,
Cinta ini terus menyiksa ku…
Kesetiaanmu bagai angin,
Mudah pergi kearah yang laen,
Cintamu hanya di bibir saja,
Dihati kenyataan nya laen pula…
Hancur dimakan sepi,
Sunyi selalu menghampiri,
Kenangan yang menusuk hati…
Indah cintamu cepat berlalu,
Kesepian terendam dalam diri ku,
Hanyut sudah mengharubiru di kalbu,
Cinta ini terus menyiksa ku…
Kesetiaanmu bagai angin,
Mudah pergi kearah yang laen,
Cintamu hanya di bibir saja,
Dihati kenyataan nya laen pula…
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Berpikir mudah mendapatkannya
Dia yang tak sengaja menarik perhatianku
Dari banyak hal yang ia tunjukkan
Sungguh hanya dialah yang ada di benak
Ku putuskan menentukan langkah pasti
Percaya diriku meluap-luap untuknya
Menjadikan 1 arti bahwa dialah yang pas
Tak gentar sekuat tenaga ku kerahkan
Hari semain bertambah
Waktu pun terus berputar
Akhirnya langkah ku membuahkan hasil
Diri ini dan dirinya mulai terbiasa bersama
Namun ada kendala pahit untukku
Perengkuh hatiku itu memiliki penjaga
Ya penjaga hatinya yang dingin
Apakah aku harus mundur?
Dia yang tak sengaja menarik perhatianku
Dari banyak hal yang ia tunjukkan
Sungguh hanya dialah yang ada di benak
Ku putuskan menentukan langkah pasti
Percaya diriku meluap-luap untuknya
Menjadikan 1 arti bahwa dialah yang pas
Tak gentar sekuat tenaga ku kerahkan
Hari semain bertambah
Waktu pun terus berputar
Akhirnya langkah ku membuahkan hasil
Diri ini dan dirinya mulai terbiasa bersama
Namun ada kendala pahit untukku
Perengkuh hatiku itu memiliki penjaga
Ya penjaga hatinya yang dingin
Apakah aku harus mundur?
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Saat rindu menyesak di dada
Terbungkus derita menyayat hati
Aku seperti kehabisan nafas
Habis oksigen karna merindukanmu
Aku takut terbiasa dengan rasa ini
Membuat hati jadi kebal rasa
Aku takut terbiasa dengan rindu ini
Membuat hati jadi mati rasa
Segenap hati aku menjaga
Agar pelita cinta tetap menyala
Tak kubiarkan redup walau sesaat
Semua kulakukan hanya untukmu
Adakah cinta tanpa mata??
Walau sesaat ingin bertemu
Bebaskan hati dari belenggu
Belenggu rindu karna dirimu
Terbungkus derita menyayat hati
Aku seperti kehabisan nafas
Habis oksigen karna merindukanmu
Aku takut terbiasa dengan rasa ini
Membuat hati jadi kebal rasa
Aku takut terbiasa dengan rindu ini
Membuat hati jadi mati rasa
Segenap hati aku menjaga
Agar pelita cinta tetap menyala
Tak kubiarkan redup walau sesaat
Semua kulakukan hanya untukmu
Adakah cinta tanpa mata??
Walau sesaat ingin bertemu
Bebaskan hati dari belenggu
Belenggu rindu karna dirimu
Cerita Kita. Diberdayakan oleh Blogger.