Jika kau dapati istrimu mudah marah,
redamkanlah dan pahamilah.
mungkin itu karena ia lelah.
Jika istrimu tak lagi secantik dulu saat malam pengantinnya, resapilah.
Dentingan hari berganti yang ia lakukan
hanyalah berkutat dengan menyiapkan kebutuhanmu
merawat putra-putrimu
hingga ia tak sempat memanjakan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Keluarga. Tampilkan semua postingan
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
#Cinta itu butuh kesabaran.
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita?
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita…
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…
Pernikahan kami sederhana namun meriah…
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya. Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu… Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci.
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita?
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita…
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…
Pernikahan kami sederhana namun meriah…
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya. Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu… Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci.
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Kisah nyata datang dari zaman Nabi, dimana ada seorang pemuda yang bernama Alqomah yang selalu rajin beribadah. Ia rajin sholat, puasa, sedekah, dan melakukan sholat-sholat sunnah. Ia tak pernah meninggalkan sholatnya, dalam keadaa apa pun.
Suatu hari, Alqomah jatuh sakit parah, lalu menurut salah satu sahabatnya, Alqomah sedang menghadapi sakaratul maut. Namun, para sahabatnya heran kenapa Alqomah tidak bisa mengucapkan lafadz syahadat saat akan menjelang kematiannya. Sepertinya lidah Alqomah telah terkunci untuk mengatakan lafadz syahadat.
Suatu hari, Alqomah jatuh sakit parah, lalu menurut salah satu sahabatnya, Alqomah sedang menghadapi sakaratul maut. Namun, para sahabatnya heran kenapa Alqomah tidak bisa mengucapkan lafadz syahadat saat akan menjelang kematiannya. Sepertinya lidah Alqomah telah terkunci untuk mengatakan lafadz syahadat.
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Anakku.
Ketika aku semakin tua,
Orang tua itu sensitif selalu merasa bersalah saat kamu berteriak.
Ketika pendengaranku semakin memburuk dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan, aku harap kamu tidak memanggilku "tuli",
Ketika aku semakin tua,
aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku.
Suatu ketika aku memecahkan piring atau menumpahkan sup di atas meja,
Suatu ketika aku memecahkan piring atau menumpahkan sup di atas meja,
karena penglihatanku berkurang, aku harap kamu tidak memarahiku.
Orang tua itu sensitif selalu merasa bersalah saat kamu berteriak.
Ketika pendengaranku semakin memburuk dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan, aku harap kamu tidak memanggilku "tuli",
mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya.
Maaf, Anakku.
Maaf, Anakku.
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7 juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari dan es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Kamu tahu kenapa ?
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Istriku, aku ingin memberimu lebih… Lebih banyak waktu untukmu tertidur lelap. Mungkin kau tak perlu bangun terlalu pagi. Aku bisa menyiapkan semuanya sendiri: Sarapan, kemeja dan celana, sepatu, atau apa saja yang kubutuhkan sebelum pergi. Kamu boleh tidur lagi setelah shalat Subuh, tidak apa-apa, kok. Kamu memang perlu mengistirahatkan tubuhmu lebih lama, memejamkan matamu lebih tenang, karena setiap malam kamu harus lebih sering terjaga untuk menidurkan dan menenangkan bayi kita.
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Di Subuh yang dingin...ku dapati Ibu sudah sibuk memasak di dapur.
"Ibu masak apa? Bisa ku bantu?"
"Ini masak gurame goreng. Sama sambal tomat kesukaan Bapak" sahutnya.
"Alhamdulillah.. mantab pasti.. Eh Bu.. calon istriku kayaknya dia tidak bisa masak loh..."
"Ibu masak apa? Bisa ku bantu?"
"Ini masak gurame goreng. Sama sambal tomat kesukaan Bapak" sahutnya.
"Alhamdulillah.. mantab pasti.. Eh Bu.. calon istriku kayaknya dia tidak bisa masak loh..."
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Mungkin ibu lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari, tapi apakah aku tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponku?
Semasa kecil, ibukulah yang lebih sering menggendongku. Tapi apakah aku tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih ayahlah yang selalu menanyakan apa yang aku lakukan seharian, walau beliau tak bertanya langsung kepadaku karena saking letihnya mencari nafkah dan melihatku terlelap dalam tidur nyenyakku. Saat aku sakit demam, ayah membentakku “Sudah
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul 21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya dirumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah. Sepertinya ia sudah menunggu lama. ”Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Semakin banyak pria yang terang-terangan menghina istri di depan orang lain atau di sosial media. Begitu juga dengan wanita, makin banyak yang tak sungkan mengungkapkan keburukan suami di depan teman-teman atau melalui status sosial media. Maka jadikan tulisan ini sebagai bahan renungan untuk Anda.
****
Saya memiliki seorang teman yang terbiasa menjadikan istrinya sebagai bahan lelucon. "Bawel banget, lu! Kayak bini gue!" Katanya suatu hari. Di lain kesempatan, dengan bangga dia menghina istrinya sendiri dan menganggapnya sebagai sesuatu yang lucu, katanya, "Gendut-gendut gitu juga bini gue! Gue tidur nggak perlu nyari kasur!"
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.
Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.
Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”
”Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”. Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.
Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
“Adaapa nona?” Tanya si pemilik kedai.
Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.
Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”
”Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”. Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.
Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
“Adaapa nona?” Tanya si pemilik kedai.
Diposkan oleh
Uun Nurdiyanto
Namaku wilania. Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara. Umurku kini 15 tahun. Aku tinggal dengan keluarga yang berkecukupan. Ayahku bernama Jaenal, beliau berumur 49 tahun. Ayahku sudah dua tahun bekerja di Jepang sebagai businessman dan ia pulang ke rumah hanya tiga bulan sekali. Lalu ibuku bernama Ayira, beliau berumur 44 tahun. Dan kakakku bernama Meiriska Hanna, dia berumur 17 tahun.
Hari semakin gelap dan hujan turun membasahi kami yang sedang menunggu jemputan. Menunggu sampai sore dan akhirnya jemputan kami datang. “huh… Gimana sih pak. Kok lama banget datangnya?” tanya kak Hanna, panggilanku untuknya. “iya… Maaf mba, tadi ban mobilnya bocor”. Jawab pak Karim, sopir pribadi keluarga kami. Setelah beberapa menit di perjalanan menuju rumah, akhirnya tiba juga di rumah
Hari semakin gelap dan hujan turun membasahi kami yang sedang menunggu jemputan. Menunggu sampai sore dan akhirnya jemputan kami datang. “huh… Gimana sih pak. Kok lama banget datangnya?” tanya kak Hanna, panggilanku untuknya. “iya… Maaf mba, tadi ban mobilnya bocor”. Jawab pak Karim, sopir pribadi keluarga kami. Setelah beberapa menit di perjalanan menuju rumah, akhirnya tiba juga di rumah
Cerita Kita. Diberdayakan oleh Blogger.

