Tampilkan postingan dengan label Puisi Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Islami. Tampilkan semua postingan

Dari Ibu Tentang Ayah


ANAKKU…
Memang ayah tak mengandungmu,
Tapi darahnya mengalir di darahmu.
Darinya kau diwarisi kedermawanan dan kerendahan hati. Serta namanya…
Category: 0 komentar Print and PDF

Ketika Tiba Hari Yang Fitri

Ketika berkilau embun pagi
Dan merekah sinar mentari
Satu kupinta kepada ilahi
Semoga jiwa kembali suci

Selamat Hari Raya Idul Fitri
Ketika ramadhan telah lepas
Tiada dzikir yang lebih pantas
Selain takbir bagi pemilik 'Arsy.

Ketika takbir telah bergema
Tiada yang lebih bermakna
Selain pintu ma'af yang dibuka
Selamat lenbaran, semoga diterima amalan
yang ikhlas dilakukan, selama ramadhan.

Karya: AL Habib

Category: 0 komentar Print and PDF

Indah Ramadhan

Ada sekuntum hari
Wanginya mengharumi bumi
Saat itulah kemurahan sang Khalik berlimpah
Menyatu pada segala inti hidup

Adalah Ramadhan
Ia bertelaga bening
Airnya mutiara maghfirah
Gerincingnya dzikir dan tadarus
Tepiannya doa lemah lembut, llirih dan pasrah
Siapa tak ingin jadi ikannya?
Mari berenang dengan kesunyian nafsu
Agar setiap sirip kita tak patah sia-sia

Ia rahasia
Tak sekedar lapar dahaga
Tapi itulah sesungguhnya hakikat cinta
Dan salah satu cara bertegur sapa dengan Allah
Karena dengan lapar dan haus
Kita lebih bias menyadari bahwa kita tak berpunya
Bias lebih memahami
Bahwa kita tak lebih dari sebutir debu
Diantara keMaha luasan-Nya
Ia sepantasnya dirindukan
Karena ia lebih
Category: 0 komentar Print and PDF

Bila Ramadhan Memanggil

Bila Ramadhan memanggilmu
Mengetuk pintu hidupmu
Sambut ia sepenuh rindumu
Dekap ia sepenuh cinta
Dan biarkan jemari indahnya
Merengkuhmu dalam ampunan-Nya

Bila Ramadhan memanggilmu
Sambutlah ia bak tamu istimewa
Kenaglah kelopak hari-hari
Yang telah luruh berguguran
Kenanglah seumpama pertanda
Bagi engkau sang penerus pejalanan
Bersiaplah menjemput giliran
Bila tak lagi kau jumpai ia
Ramadhan di tahun depan

Bila ramadhan memanggilmu
Bersihkan hati dari segala dengki
Sucikan jiwa dari segala prasangka
Bersihkan raga dari segala dosa
Bila Ramadhan memanggilmu
Berlarilah menjemput panggilan-Nya
Category: 0 komentar Print and PDF

Puisi Puisi Bulan Ramadhan

Ada sekuntum hari Dimana wanginya mengharumi bumi
Sepanjang waktu Karena saat itulah kemahamurahan sang Khaliq
Berlimpah Menyatu pada segala inti hidup Ketika aku
Basih saja tak mampu mensyukuri RamadhanMU yang lalu Hari hari Mu

Masih saja kulalui Bahkan dengan sikap Takabur
Kadang kami masih saja lupa bahwa Engkaulah Penentu Kadang kami
Masih saja merasa kebenaran itu hanya punyaku
Ya Allah Kau datangkan lagi Ramadhan

Buatku Hari hari Mu masih saja kulalui
Tanpa isi Tanpa makna Tanpa syukur Dalam Doaku……
Sering kusampaikan dengan memaksa Seolah akulah yang lebih tahu, dariMU,
Sang Mahatahu Doaku bukan harapan, tapi itu keharusan

Dan ketika ada satu yang tak KAU kabulkan
Seolah hilang seluruh nikmat yang KAU limpahkan
Gericiknya dzikir dan tadarrus
Tepianya doa lemah lembut, lirih dan berpasrah hati

Siapa tak ingin jadi ikannya?
Mari berenang dengan kesunyian nafsu
Agar setiap sirip kita tak patah sia-sia
Ia rahasia Tak sekedar lapar dahaga Tapi sesungguhnya itulah hakekat cinta

Dan salah satu cara bertegur sapa dengan Alloh Kita bisa lebih menyadari bahwa kita tak berpunya
Bisa lebih memahami Bahwa kita tak lebih dari sebutir debu
Di antara kemahaluasan-Nya Ia sepantasnya dirindukan
Karena ia lebih Di cakrawala bertebar pengampunan, rakhmat
Dan segala kebaikan Juga nuzulul qur’an dan lailatur qodar

Karya: M. Jihad
Category: 0 komentar Print and PDF

Sajadah Panjang

By: Taufik Ismail, 1984

Ada sajadah panjang terbantang
Dari kaki buaian
Sampai ketepi kuburan hamba
Kburan bila hamba mati

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan sujud
Di atas sajadah yang panjang ini
Di selingi sekedar interupsi

Mencari rezeki, mencari ilmu
Mengukur jalanan seharian
Begitu terdengar suara azan
Kembali tersungkur hamba

Ada sajadah panjang membenang
Hamba tunduk dan rukuk
Hamba sujud dan lepas kening hamba
Mengingat dikau
Sepenuhnya.


Sumber: taufiqismail.com


Category: 0 komentar Print and PDF

Rindu Sang Rosulallah

Hari hari berlalu
Siang pun telah berganti malam
Berabad-abad sudah berlalu
namun namamu masih melekat di hatiku

tak pernah aku bertemu atau berjumpa denganmu
tak pernah aku melihat langsung dakwahmu
namun sinar cahaya itu mampu menebus zaman dan ruang
menembus perbedaan di antara seluruh umat manusia
cahaya itu tak pernah redup sampai akhir zaman

Ya Nabi,Ya Rasulullah
begitu agung namamu
Category: 0 komentar Print and PDF
Cerita Kita. Diberdayakan oleh Blogger.